play_circle_outline
Jadwal Tayangan
Hari ini
Acara selanjutnya
09.00 - 10.00 WIB
TAHFIDZ INTENSIF

10.00 - 11.00 WIB
GREAT MOMENTS

11.45 - 12.00 WIB
KULTUM dan ADZAN

12.00 - 12.30 WIB
KELUARGA KITA

12.30 - 13.00 WIB
WISATAHATI

13.00 - 14.00 WIB
TSHOP

14.00 - 15.00 WIB
KULIAH TAUHID

15.00 - 15.07 WIB
DAQU MOVIE

15.07 - 15.27 WIB
KULTUM dan ADZAN

15.27 - 15.30 WIB
DAQU UPDATE

15.30 - 16.00 WIB
SEMUA ADA HIKMAH

16.00 - 17.00 WIB
PAYTREN CORNER

17.00 - 17.30 WIB
KARTUN SYAMIL

17.30 - 17.37 WIB
DAQU MOVIE

17.37 - 17.40 WIB
DAQU UPDATE

17.40 - 18.00 WIB
KULTUM dan ADZAN

18.00 - 18.30 WIB
T-NEWS

18.30 - 19.00 WIB
WISATAHATI

19.00 - 19.15 WIB
KULTUM dan ADZAN

19.15 - 19.18 WIB
DAQU UPDATE

19.18 - 19.30 WIB
KHASANAH ISLAM

19.30 - 20.30 WIB
GREAT MOMENTS

20.30 - 21.00 WIB
SEMUA ADA HIKMAH

21.00 - 22.00 WIB
CAHAYA QUR'AN

22.00 - 23.00 WIB
BELAJAR BAHASA ARAB

23.00 - 23.59 WIB
TSHOP

keyboard_arrow_left
 

Berita
Pertemuan Presiden RI Joko Widodo Dengan Mantan Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono
Diupload pada ( 10-03-2017/00:00 ) oleh ( ) | Total dibaca ( 950 )

TAHFIZH TV JAKARTA -- Presiden RI Joko Widodo bertemu dengan Mantan Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana pada hari Kamis (9/3) kemarin. Pengamat Politik Arie Sudjito mengatakan pertemuan tersebut hanya pertemuan simbolik untuk meredakan ketegangan politik saat ini.

Arie menjelaskan bahwa pertemuan tersebut sekaligus menjalin sinyal positif komunikasi antara kedua negarawan tersebut.

"Itu hanya untuk sinyal positif dalam membangung komunikasi ini sementara. Secara simbolik kalau itu bisa dikapitalisasi untuk kerja-kerja politik yang real, ya kita lihat misalnya dalam pilkada, pembangunan dan macam-macam," tandasnya.

"Saya, ... Alhamdulillah, baru saja bertemu dengan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden RI ke-6, di Istana Merdeka. Kami berbincang di beranda, dengan teh dan kudapan, di bawah cuaca Jakarta yang cerah," ucapnya.

Jokowi mengaku berbicara banyak hal dengan SBY. Ibarat di lintasan lari, lanjut Jokowi, tongkat estafet pembangunan yang sebelumnya, diteruskan oleh pelaksana pembangunan berikutnya.

Kami berbicara banyak hal, tentang bangsa, dan tentang banyak hal lainnya. Ibarat di lintasan lari, tongkat estafet pembangunan yang sebelumnya, diteruskan oleh pelaksana pembangunan berikutnya. Kalau estafet itu terus bisa kita lakukan, negara ini gampang mencapai titik target, yakni kebaikan rakyat, kebaikan negara.

Karena itulah jalinan komunikasi antara presiden dengan pendahulunya, yaitu mantan presiden harus menjadi tradisi politik kita.