play_circle_outline
Jadwal Tayangan
Hari ini
Acara selanjutnya
17.30 - 17.37 WIB
DAQU MOVIE

17.37 - 17.40 WIB
DAQU UPDATE

17.40 - 18.00 WIB
KULTUM dan ADZAN

18.00 - 18.30 WIB
T-NEWS

18.30 - 19.00 WIB
KISAH NABI DAN RASUL

19.00 - 19.15 WIB
KULTUM dan ADZAN

19.15 - 19.18 WIB
DAQU UPDATE

19.18 - 19.30 WIB
KHASANAH ISLAM

19.30 - 20.00 WIB
KUOTA

20.00 - 23.00 WIB
INDONESIA BERJAMAAH

23.00 - 23.59 WIB
TSHOP

keyboard_arrow_left
 

Berita
Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud Telah Memulai Tour Asia Pasifik-nya Dengan Rombongan Besar, Termasuk 25 Pangeran Dan Sepuluh Menteri
Diupload pada ( 04-03-2017/00:00 ) oleh ( ) | Total dibaca ( 692 )

TAHFIZH TV, JAKARTA -- Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud telah memulai tur Asia Pasifik-nya akhir Februari kemarin. Dengan rombongan besar, termasuk 25 pangeran dan sepuluh menteri, Raja Salman berkunjung ke Malaysia, Indonesia, kemudian ke Brunei, Jepang, Tiongkok, Maladewa, dan singgah ke Jordania saat perjalanan pulang.

Sebuah tur regional yang pastinya sangat mewah. Di laman Aljazeera, seorang analis urusan global dan editor senior di The Diplomat, Ankit Panda, melabeli tur Raja Salman ini 'cukup ambisius'. Ya, seorang Raja Saudi jarang melakukan tur seperti ini.

"Namun usaha Raja Salman ini adalah perpanjangan jangkauan kerajaan ke Asia Pasifik, sejak kematian Raja Abdullah 2015 lalu," tulis Panda.

Pemerintah Saudi mengklaim perjalanan rombongan raja ini berkaitan dengan masalah energi dan investasi. Namun Panda melihat lebih dalam. Ada kepentingan konteks geopolitik yang lebih luas memotivasi tur selama sebulan ini. Raja Salman ingin melihat lebih dekat.

Panda memisahkan perjalanan raja ini menjadi dua tahapan. Tiongkok dan Jepang berada di satu kelompok, dan Malaysia, Indonesia, Brunei dan Maladewa di kelompok lain.

Untuk Tiongkok dan Jepang, kunjungan Raja Salman sangat terkait dengan harga minyak mentah yang kondisinya mulai pulih dari titik nadir sejak awal 2016. Riyadh punya rencana jangka panjang, untuk mengurangi ketergantungan pada pendapatan minyak. Dalam proyek ini, kerajaan akan membutuhkan mitra yang bersedia menjadi investor di kawasan Asia Pasifik.

Terkait dengan National Transformation Plan (NTP) yang dikomandoi oleh Wakil Putra Mahkota, Mohammed bin Salman, yang telah menetapkan hampir 350 target kepada badan-badan pemerintah Saudi untuk mendapatkan investasi langsung.

Kunjungan rombongan besar Raja Salman kali ini bisa juga dilihat sebagai puncak dari rencana Mohammed bin Salman yang muda dan ambisius, pada pertengahan 2016. Ketika itu, saat NTP diumumkan, dia sendiri yang berkunjung ke Jepang dan Tiongkok. (Sumber : Jawapos)