play_circle_outline
Jadwal Tayangan
Hari ini
Acara selanjutnya
17.00 - 17.30 WIB
TEMAN KECIL JALAN-JALAN

17.30 - 17.37 WIB
DAQU MOVIE

17.37 - 17.40 WIB
DAQU UPDATE

17.40 - 18.00 WIB
KULTUM dan ADZAN

18.00 - 18.30 WIB
T-NEWS

18.30 - 19.00 WIB
KISAH NABI DAN RASUL

19.00 - 19.15 WIB
KULTUM dan ADZAN

19.15 - 19.18 WIB
DAQU UPDATE

19.18 - 19.30 WIB
KHASANAH ISLAM

19.30 - 20.00 WIB
KUOTA

20.00 - 23.00 WIB
INDONESIA BERJAMAAH

23.00 - 23.59 WIB
TSHOP

keyboard_arrow_left
 

Berita
Kunjungan Raja Salman ke Indonesia Tingkatkan Bisnis Ibadah Haji dan Umrah
Diupload pada ( 02-03-2017/00:00 ) oleh ( ) | Total dibaca ( 511 )

TAHFIZH TV, JAKARTA -- Kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud selama sepekan mengundang harapan bagi masyarakat di Tanah Air, karena selain meningkatkan hubungan kedua negara juga turut meningkatkan bisnis khususnya di bidang penyelenggaraan haji dan umrah.

“Kunjungan tersebut dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral antara kedua negara serta dalam rangka membahas berbagai bidang kerjasama, demi kepentingan kedua bangsa yang bersahabat,” tulis siaran pers dari Kedutaan Besar Arab Saudi (KBSA) yang diterima kabarumrahhaji.com, Jumat (27/1/2017).

Dalam masalah penyelenggaraan haji, nantinya pemerintah Arab Saudi akan mendengar masukan dari Indonesia soal peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji yakni ada tiga harapan yang disampaikan :

Pertama, atas nama PRATAMA mengucapkan banyak terima kasih atas kembalinya kuota dasar haji Indonesia. "Jika memungkinkan kiranya Raja Salman dapat menambah atau menyesuaikan kuota tahun ini dan mendatang minimalnya 1 per mil dengan jumlah penduduk Muslim Indonesia ditambah penambahan kuota hingga bertotal 250 ribu kuota haji pada tahun ini. Sehingga masa antrean dapat lebih ditekan," harap Ali.

Menurut perkiraan-perkiraan Indonesia diperkirakan memiliki lebih dari 255 juta penduduk pada 2016. Jika jumlah penduduk muslim sebesar 87,17 persen maka kuota haji Indonesia menjadi 222.284 ((255.000.000 x 87,17 persen) x 1/1.000)). Angka 222.284 menjadi kuota dasar haji Indonesia tahun 2016.

"Jadi ada penambahan kuota 27.716 dari kuota penyesuaian 222.284. Hingga totalnya menjadi 250 ribu pada tahun ini," kata Ali.

Kedua, ia mengharapkan agar biaya visa bagi jamaah umrah dapat digratiskan. "Karena tidak semua jamaah umrah masuk dalam kategori sangat berkecukupan dalam dimensi keuangan," kata Ali.

Ketiga, ia juga mengharapkan kepada Raja Salman agar seluruh asosiasi umrah dan haji dapat lebih bersinergi dengan lembaga terkait Arab Saudi yang mengurusi soal haji, umrah dan wisata.  "Asosiasi umrah dan haji merupakan mitra dan pelayan, baik di Tanah Air maupun Arab Saudi, dengan adanya MoU dengan asosiasi setidaknya peluang untuk lebih menggerakkan sektor industri ini akan lebih kuat termasuk industri jasa wisata halal," kata Ali yang juga salah satu provider visa umrah.