play_circle_outline
Jadwal Tayangan
Hari ini
Acara selanjutnya
06.30 - 07.00 WIB
POS PESANTREN

07.00 - 07.30 WIB
T-NEWS

07.30 - 08.00 WIB
NEW HASTAG

08.00 - 08.30 WIB
FIQUNISA

08.30 - 10.00 WIB
KAJIAN AKHIR PEKAN

10.00 - 11.00 WIB
FIQIH REMAJA

11.45 - 12.00 WIB
KULTUM dan ADZAN

12.00 - 12.30 WIB
TAHFIDZ JOURNEY

12.30 - 13.00 WIB
KISAH NABI DAN RASUL

13.00 - 14.00 WIB
TSHOP

14.00 - 15.00 WIB
FIQIH KELUARGA

15.00 - 15.07 WIB
DAQU MOVIE

15.07 - 15.27 WIB
KULTUM dan ADZAN

15.27 - 15.30 WIB
DAQU UPDATE

15.30 - 16.00 WIB
MUSIK MUSLIM

16.00 - 16.30 WIB
ADZAB DAN DOSA

16.30 - 17.00 WIB
PERBANDINGAN MAHDZAB

17.00 - 17.30 WIB
KARTUN SYAMIL

17.30 - 17.37 WIB
DAQU MOVIE

17.37 - 17.40 WIB
DAQU UPDATE

17.40 - 18.00 WIB
KULTUM dan ADZAN

18.00 - 18.30 WIB
T-NEWS

18.30 - 19.00 WIB
KISAH NABI DAN RASUL

19.00 - 19.15 WIB
KULTUM dan ADZAN

19.15 - 19.18 WIB
DAQU UPDATE

19.18 - 19.30 WIB
KHASANAH ISLAM

19.30 - 21.00 WIB
KAJIAN AKHIR PEKAN

21.00 - 22.00 WIB
MANFAAT DIBALIK SHALAT

22.00 - 23.00 WIB
FIQIH REMAJA

23.00 - 23.59 WIB
TSHOP

keyboard_arrow_left
 

Berita
Ada Fitnah Soal Uang Baru, BI Laporkan Akun FB ke Polisi
Diupload pada ( 29-12-2016/00:00 ) oleh ( ) | Total dibaca ( 988 )

Bank Indonesia melaporkan akun media sosial Facebook yang dianggap menyebarkan fitnah terkait pencetakan uang baru yang disebutkan tidak dilakukan oleh Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

"BI secara resmi menyampaikan laporan terkait pernyataan di sosial media mengenai pencetakan uang rupiah. Kami laporkan hari ini di Direktorat Pidana Khusus," kata Direktur Departemen Komunikasi BI Arbonas Hutabarat usai menyambangi Kantor Bareskrim Polri di Jakarta, Rabu (28/12).

Arbonas enggan menyebutkan nama akun Facebook tersebut. Ia hanya menyebutkan dalam 'posting'-nya akun itu menyebarkan informasi bahwa pencetakan uang rupiah baru Tahun Emisi 2016 dilakukan oleh PT Pura Barutama sehingga seolah-olah terkesan BI tidak melaksanakan amanat UU No.17 Tahun 2011 tentang Mata Uang, yang menyatakan pencetakan harus dilakukan di dalam negeri dengan menunjuk BUMN.

"Untuk itu, kami menganggap ini sudah mencemarkan nama baik, bahwa kami tidak melaksanakan undang-undang," ujar Arbonas seperti dilansir di Antara.

BI sendiri melakukan pelaporan tersebut mengacu pada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan pasal terkait dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait fitnah dan pencemaran nama baik.

Dengan pelaporan tersebut, lanjut Arbonas, BI menegaskan bahwa informasi yang tersebar di Facebook yang menyatakan uang rupiah baru dicetak oleh PT Pura Barutama adalah tidak benar.

"Pencetakan uang baru Tahun Emisi 2016 dilaksanakan di dalam negeri sepenuhnya dan dilakukan Perum Peruri. Dengan laporan ini kami harapkan bisa mencegah informasi yang tidak benar. Kami harapkan masyarakat untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi di sosial media," ujar Arbonas.

Pada 19 Desember 2016 lalu, Presiden Joko Widodo di Kantor Pusat Bank Indonesia, meresmikan penerbitan dan peredaran 11 uang NKRI baru, yang terdiri dari tujuh uang rupiah kertas dan empat uang rupiah logam.

Bank Indonesia menyebutkan pencetakan 11 pecahan uang rupiah baru tahun emisi 2016 sesuai dengan kebutuhan uang tunai dan layak edar di masyarakat, dan peredarannya menggantikan jumlah uang tunai yang ditarik. (sumber: Arah)