play_circle_outline
Jadwal Tayangan
Hari ini
Acara selanjutnya
16.30 - 17.00 WIB
MENDADAK UMRAH

17.00 - 17.30 WIB
TEMAN KECIL JALAN-JALAN

17.30 - 17.37 WIB
DAQU MOVIE

17.37 - 17.40 WIB
DAQU UPDATE

17.40 - 18.00 WIB
KULTUM dan ADZAN

18.00 - 18.30 WIB
T-NEWS

18.30 - 19.00 WIB
KISAH NABI DAN RASUL

19.00 - 19.15 WIB
KULTUM dan ADZAN

19.15 - 19.18 WIB
DAQU UPDATE

19.18 - 19.30 WIB
KHASANAH ISLAM

19.30 - 20.00 WIB
KUOTA

20.00 - 23.00 WIB
INDONESIA BERJAMAAH

23.00 - 23.59 WIB
TSHOP

keyboard_arrow_left
 

Berita
Kuasa Hukum Ahok: Saksi Pelapor Semuanya Berhubungan dengan FPI
Diupload pada ( 29-12-2016/00:00 ) oleh ( ) | Total dibaca ( 546 )

Tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Humphrey R. Djemat menyiapkan senjata khusus jelang siding keempat kasus dugaan penistaan agama di gedung Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Sidang keempat dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi pelapor tersebut disebut Humphrey sebagai pertempuran sebenarnya.

"Pemeriksaan saksi-saksi adalah pertempuran sesungguhnya sehingga kita harus berusaha sekuat tenaga untuk memenangkan pertempuran itu. Saksi-saksi mereka akan kita bongkar habis. Ini yang menentukan untuk memenangkan peperangan nanti. Dan bukan putusan sela. Putusan sela ini baru babak awal," terang Humphrey di Jakarta, Kamis (29/12/2016).

Senjata pamungkas tersebut salah satunya, mempertanyakan kapasitas Habib Rizieq sebagai ahli agama. Humphrey mengaku sudah mengecek semua saksi pelapor yang jumlahnya 14 orang itu. Dan ternyata, semuanya berafiliasi dengan Front Pembela Islam (FPI).

Dari dokumen yang ada, lanjutnya, tidak satupun dari saksi pelapor itu yang berasal dari Kepulauan Seribu yang mendengar langsung pidato Ahok.

"Bayangkan, tidak ada saksi pelapor dari warga Kepulauan Seribu. Semua saksi itu rupanya terkait FPI. Bahkan sebelum melapor Ahok ke polisi, mereka sudah berkumpul membahas materi laporan dan kemudian baru nonton videonya," jelasnya.

Saksi yang diperiksa nanti itu dari saksi pelapor, saksi fakta, saksi ahli, ahli agama, ahli bahasa, ahli hukum dan saksi dari pihak terlapor.

"Inilah pertempuran yang sesungguhnya. Dan itu akan terbuka. Hakim pun nggak akan berani melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan KUHP," pungkasnya. (sumber: Arah)